Tampilkan postingan dengan label be better. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label be better. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Juli 2010

Percaya ?


Kepercayaan itu bisa diibaratkan kayak pedang bermata dua. Kita beri kepercayaan pada orang yang salah, bakalan jadi masalah. Kita nggak punya kepercayaan sama orang lain... ya mati kubur sendiri aja.

Saya kemarin nonton dorama *drama jepang ^^* judulnya Celeb and Poor. Di sana ada cerita tentang seorang tokoh namanya Gotoda Tsukasa. Dia ini mantan pacarnya tokoh utama, sang seleb Mitazono Alice. Diceritakan kalo Gotoda ini pernah diremehkan sama emak tirinya si Alice, lalu akhirnya dia nggak punya kepercayaan sama orang lain. Dia ngerebut semua perusahaan Alice di hari pernikahan mereka (pernikahannya batal jadinya). Semua tokoh protagonis berusaha merebut kembali harta Alice yang dirampas sama Gotoda, termasuk Sachiko, mantan karyawan Alice yang juga sahabatnya Taro, si miskin tokoh utama. Sachiko pura-pura beralih ke Gotoda, dan dia berhasil jadi asisten pribadi Gotoda.
Si Gotoda ini tanya sama Sachiko :

"Selama ini aku tak pernah percaya pada orang lain. Apa kamu bisa aku percaya?"

Sachiko:

"Ya."

Gotoda percaya sama Sachiko, tapi nggak bener-bener. Dia lebih percaya sama program komputernya untuk melindungi harta rampasan dari Alice. Sachiko tahu, dan dia nge-hack program komputer itu untuk menyelamatkan harta Alice kembali.

Eniwei, yang saya pikirkan, kata2 Gotoda tadi seperti bukan pertanyaan, tapi tuntutan. Tentu aja Sachiko jawab "Ya" padahal dia bisa berkhianat. Memangnya jawaban apalagi yang diharapakan sama Gotoda ?
Kita bicara realita aja ya, yang percayaaa banget sama orang lain aja bisa dikhianatin. Apalagi yang ga percaya sama sekali ?
Jadi harus gimana dong ?

Ikuti kata hatimu :)

Jangan percaya sama orang dengan membabi buta, tapi juga jangan gitu aja ga percaya sama orang. Semua yang berlebihan itu ga baik, bukan ?


AKU PERCAYA KOK

Baca postingan Novil, saya jadi memikirkan sesuatu juga.

Kata-kata AKU PERCAYA KAMU KOK yang berupa tuntutan tersirat juga ada di sini. Anggap saja yang mengatakan AKU PERCAYA KAMU KOK itu si A, dan lawan bicaranya si B. si A berusaha mengendalikan si B dengan kata-kata AKU PERCAYA KAMU KOK itu, karena dia tahu si B nggak bakalan mengkhianati kepercayaannya. Tapi tunggu dulu. menurut saya, (maaf ini penilaian subjektif) si A nggak bener2 PERCAYA sama B. Dia masih menunggu saat2 KEPERCAYAAN palsu itu diruntuhkan oleh B. Dan saat B kesandung, istilahnya, A nggak mau nolong B ataupun ngg... give something positive lah sama B.

Kalo di-translate dengan bahasa sarkastik, AKU PERCAYA KAMU KOK = gue nggak mau tau, pokoknya gue nggak mau lo nglakuin hal itu. kalo lo nglanggar, lo sendiri yang tanggung akibatnya.



Apa yang saya tulis di atas tadi semata-mata opini pribadi saya, mohon maaf kalau ada yang tersinggung...
Kalo anda mau menyanggah, menambahi, ataupun memberi saran, silakan komen di posting ini. Eh, di wall facebook juga boleh :)

See ya. ^^/*

Kamis, 29 Juli 2010

Aku Percaya,

Woohooo
Ga terasa tinggal... ummm... *ngecek kalender di atas komputer* 2 minggu lagi saya resmi jadi anak kos. Pengen rasanya saya cepet2 packing barang2 yang ada di kamar. Just packing aja gitu, tapi ga usah pergi dari rumah... *gimana bisa ???*
Anyway, UI mulai kegiatan maba-nya lebih dulu dibanding UNS. Dan besok, 'dia' bakalan berangkat ke Depok, ke asramanya. Hari Senin lalu 'dia' kesini, untuk terakhir kalinya sebelum berangkat ke tetangganya ibukota negara kita itu. Kita nonton film, ngobrol2, ketawa2... ga mikirin setelah ini kita akan memulai what-we-call-it-LDR. Long Distance Relationship.
Begitu dia udah mau pulang, baru saya inget lagi sama LDR-what-the-hell ini. Dan saya tiba2 mellow. Saya senyum sampai motornya ninggalin halaman rumah saya. Dan setelah itu, nangis.

Was I stupid ? Ini cuma perpisahan sementara, abis lebaran juga ketemu lagi paling nggak. Toh 'dia' masih di Indonesia dan di pulau Jawa, kita ga terpisah oleh samudera dan benua atau apalah itu.
Logika saya emang bilang gitu, tapi perasaan saya berkata lain. Ini berat. buat orang yang selalu bersama kemana-mana, apalagi relationship kita baru 1 tahun, beda cerita dah kalo udah 2 tahun atau lebih. Tapii... saya masih merasa lebay dan alay dengan perasaan ini. Arrrrggghhh.... *garuk2 kepala*
Oke, logika saya menang. Saya emang bodoh. Udah deh ghe, ga usah nangis lagi. Dia ga kemana-mana.

Kemarin malam saya chatting sama 'dia'. Dan 'dia' mengatakan *menuliskan, i mean* kalo dia mau datang ke rumah buat ngembaliin Harry Potter 5 saya yang udah lamaaaa banget dia pinjem. Saya hampir meloncat kegirangan, tapi lalu saya ingat sesuatu dan menulis seperti ini.

"Harpotnya kembaliin kapan2 aja, aku malah kasian sama kamu kalo jauh2 kesini cuma buat ngembaliin harpot gitu."

Bener kan?? gila juga kalo 'dia' beneran mengarungi 20km cuma buat ngembaliin novel tebel yang sebenarnya bisa dikembaliin lain hari, pas kita ketemu.
Saya suruh dia simpen tuh buku, dikembaliin abis lebaran aja, dan dia bilang kalo dia ga bisa nyimpennya. Dia takut buku kesayangan saya itu kenapa2. Dan saya bilang :

"Ah udahlah, toh bukunya udah disampul plastik. Udah nggak apa-apa, asal ga dimakan rayap aja."

dia jawab :

"Kalo dimakan rayap gimana?"

Saya : "Beliin lagi :("
Dia : "Nah itu masalahnya... berat itu."
Saya : "Hahahaha... ga og, cuma bercanda. Aku percaya og sama kamu :)"
Dia : "Bener ? Masa' kamu nggak apa2 buku kamu dimakan rayap ? Apalagi ini Harpot lho" *he knows all of my favorite :)*

Di sini pernyataan saya tadi dipertanyakan.
Sering nggak sih kamu bilang kamu percaya sama orang, tapi sebenrnya kamu nggak 100% percaya sama dia ? Kamu masih diam-diam mencari tahu tentang apa yang dilakukannya tanpa sepengetahuan kamu, pokoknya masih nyelidikin gitu. Belom nglepasin suatu hal dengan ikhlas percaya sama orang.

Akhirnya saya jawab :

"Ya makanya, aku percaya kamu nggak bakalan biarin Harpotku dimakan rayap. Pokoknya disimpen dulu lah."

Agak menjijikkan memang, saya berkelit cari aman untuk menyelamatkan pernyataan saya tadi.

Malam itu, setelah merenungkan pernyataan tadi, saya bikin satu resolusi baru.

Bila aku mengatakan bahwa AKU PERCAYA, maka aku akan mempercayainya, dan tidak ada rasa tidak percaya ataupun curiga sedikitpun.


Sulit memang, jadi orang jujur. Tapi saya sedang mencobanya. :)