
Kepercayaan itu bisa diibaratkan kayak pedang bermata dua. Kita beri kepercayaan pada orang yang salah, bakalan jadi masalah. Kita nggak punya kepercayaan sama orang lain... ya mati kubur sendiri aja.
Saya kemarin nonton dorama *drama jepang ^^* judulnya Celeb and Poor. Di sana ada cerita tentang seorang tokoh namanya Gotoda Tsukasa. Dia ini mantan pacarnya tokoh utama, sang seleb Mitazono Alice. Diceritakan kalo Gotoda ini pernah diremehkan sama emak tirinya si Alice, lalu akhirnya dia nggak punya kepercayaan sama orang lain. Dia ngerebut semua perusahaan Alice di hari pernikahan mereka (pernikahannya batal jadinya). Semua tokoh protagonis berusaha merebut kembali harta Alice yang dirampas sama Gotoda, termasuk Sachiko, mantan karyawan Alice yang juga sahabatnya Taro, si miskin tokoh utama. Sachiko pura-pura beralih ke Gotoda, dan dia berhasil jadi asisten pribadi Gotoda.
Si Gotoda ini tanya sama Sachiko :
"Selama ini aku tak pernah percaya pada orang lain. Apa kamu bisa aku percaya?"
Sachiko:
"Ya."
Gotoda percaya sama Sachiko, tapi nggak bener-bener. Dia lebih percaya sama program komputernya untuk melindungi harta rampasan dari Alice. Sachiko tahu, dan dia nge-hack program komputer itu untuk menyelamatkan harta Alice kembali.
Eniwei, yang saya pikirkan, kata2 Gotoda tadi seperti bukan pertanyaan, tapi tuntutan. Tentu aja Sachiko jawab "Ya" padahal dia bisa berkhianat. Memangnya jawaban apalagi yang diharapakan sama Gotoda ?
Kita bicara realita aja ya, yang percayaaa banget sama orang lain aja bisa dikhianatin. Apalagi yang ga percaya sama sekali ?
Jadi harus gimana dong ?
Ikuti kata hatimu :)
Jangan percaya sama orang dengan membabi buta, tapi juga jangan gitu aja ga percaya sama orang. Semua yang berlebihan itu ga baik, bukan ?
AKU PERCAYA KOK
Baca postingan Novil, saya jadi memikirkan sesuatu juga.
Kata-kata AKU PERCAYA KAMU KOK yang berupa tuntutan tersirat juga ada di sini. Anggap saja yang mengatakan AKU PERCAYA KAMU KOK itu si A, dan lawan bicaranya si B. si A berusaha mengendalikan si B dengan kata-kata AKU PERCAYA KAMU KOK itu, karena dia tahu si B nggak bakalan mengkhianati kepercayaannya. Tapi tunggu dulu. menurut saya, (maaf ini penilaian subjektif) si A nggak bener2 PERCAYA sama B. Dia masih menunggu saat2 KEPERCAYAAN palsu itu diruntuhkan oleh B. Dan saat B kesandung, istilahnya, A nggak mau nolong B ataupun ngg... give something positive lah sama B.
Kalo di-translate dengan bahasa sarkastik, AKU PERCAYA KAMU KOK = gue nggak mau tau, pokoknya gue nggak mau lo nglakuin hal itu. kalo lo nglanggar, lo sendiri yang tanggung akibatnya.
Apa yang saya tulis di atas tadi semata-mata opini pribadi saya, mohon maaf kalau ada yang tersinggung...
Kalo anda mau menyanggah, menambahi, ataupun memberi saran, silakan komen di posting ini. Eh, di wall facebook juga boleh :)
See ya. ^^/*
