Hey kau!
Kawanku yang paling aneh sedunia
Apa kabarmu sekarang ? Sudah lama sekali kita ga bertemu
Hahahaha. Tentu aja pertanyaan tadi cuma basa-basi
Aku selalu mengikuti kabarmu, kawan.
Heran?
Apa kamu lupa dengan facebook ? You can know everything from that.
Aku tahu apa yang sedang kamu lakukan lewat statusmu.
Aku tahu dengan siapa kamu mengobrol lewat wall-to-wall mu yang muncul di news feed ku, atau komen-komen di statusmu dan status orang lain.
Kamu marah?
Salahin aja si Mark Zuckenberg atau siapa itu bosnya Facebook. Salahin juga diri kamu sendiri karena punya facebook.
Eh, tapi tunggu. Aku tidak pernah dengan sengaja membuka profil kamu untuk tahu activities kamu. Setidaknya bukan kamu yang profilnya aku buka. Jangan ge-er ya.
Hey, kawan,
Kita dulu lumayan dekat ya.
Sebelum jauh seperti sekarang tentunya. Sebelum kamu kenal mereka-mereka itu.
Apa ? Aku cemburu ?
Bukan. Bukan !
Sudah kubilang jangan ge-er!
Memang aku sempat syok waktu kamu punya pacar, tapi toh aku biasa saja akhirnya!
Hey, tau nggak ? itu membuatku sadar lho, bahwa kamu juga normal. Hahaha
Hey kawan, aku mau bikin pengakuan nih,
Kamu duduk saja di situ, dengar baik-baik. Jangan potong kata-kataku ya.
Jujur, aku nggak pernah menginginkan kamu buat jadi milikku. Suer. Buatku kamu itu ya teman. Sahabat. Saudara.
Tapi, setiap ada yang dekat sama kamu, aku merasa nggak enak.
Aku selalu ingin tahu obrolan kalian. Aku selalu mengintip komen status kalian, atau wall-to-wall kalian.
Tidak, tidak. Aku tidak sakit.
Kalau aku ‘sakit’, tentunya obrolan semua orang aku ingin tahu dong. Tapi ini enggak. Cuma KAMU dan DIA.
Kawan,
Aku ingin minta maaf padamu.
Aku hanya ingin kamu tetap seperti ini. Tetap seperti yang aku kenal.
Aku tak punya rasa ingin memilikimu, tapi kenapa aku tak rela kalau orang lain memilikimu ?
Maaf kawan, aku sendiri tak tahu jawabannya.
Pengakuanku selesai. Jangan kerutkan dahimu seperti itu.
Apa aku masih tetap temanmu?
Oke. Terimakasih telah mengangguk. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar